Asuransi, kata yang kurang sreg bagi sebagian orang. Ada rasa tidak pas dengan nilai nilai yang hidup dalam budaya kita. Mungkin perasaan itu muncul karena ada usaha memandang kemanusiaan kita dengan sudut pandang benda. Kalau yg diasuransikan berupa benda kita masih bisa terima, tapi kalu manusia yg diasuransikan seolah olah menurunkan derajat manusia setingkat dengan benda.
Dari pengalamanku selama ini, ternyata kita harus memandang asuransi dalam upaya menjaminkan sisi kebendaan/fisik manusia BUKAN sisi kejiwaan/rohani manusia(walaupun sudah menjadi hal lumrah orang menyebut ASURANSI JIWA). Sisi rohani/kejiwaan mutlak jangan dikaitkan dengan nilai asuransi. Penjaminan sisi kebendaan/fisik manusia juga bukan berarti mengganti TAPI usaha menjaga/merawat
TERTARIK ?
INGIN BERTANYA ?
PENASARAN ?
..........
Hubungi kami segera, jangan sungkan/risih/malu/takut/malas, PLEASE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar